Bismillahirrahmanirrahim

Siapakah yang ingin mati susah, hidup susah ? Tentu saja naluri kita mengatakan :

ISY KARIMAN AU MUT KARIMAN

Hidup Mulia atau Mati MULIA

Siapa yang tidak mengenal mati syahid – sebagai resiko jihad fi sabillah – sebagai mati yang mulia ?

Namun….
Sangit, menurut KBBI adalah sa·ngit Jw (a berbau spt bau kerak gosong atau hangus: nasi yg mengurangi selera makan).

Mati sangit, artinya adalah mati konyol, seperti nasi yang gosong yang sangat tidak berarti sama sekali.

Dikaitkan dengan kematian trio bomber yang dieksekusi pemerintah yang syah, lantaran membunuh ratusan manusia termasuk muslimin, banyak pihak yang memastikan matinya mati syahid. Ini sama saja propaganda, marilah ikuti mereka, sang pahlawan, sang syuhada, sehingga kader BOM BALI III terkumpul dalam tempo sekejap akibat vonis syahid itu. Nauzubillahi min dzalik.

Demikianlah bila orang awam terpengaruh media-media mereka.

Maka perlu dijelaskan disini, memang jihad adalah puncak ajaran Islam, hal ini tidak diperselisihkan. Banyak sekali ayat yang memotivasi untuk berjihad dan hadits-hadits shahih juga masyhur. Tetapi jihad itu memiliki kaidah, syarat dan tatanan. Muslimin semestinya tidak berpegang untuk membela bendera jahiliyah. Karena jihad itu disyariatkan hanya untuk menegakkan syari’at Allah. “Supaya agama itu semata-mata untuk Allah”.[Al-Anfal : 39]

Allah Ta’ala juga bakal mengumpulkan orang-orang yang berjihad lantas mati syahid bersama para Nabi, Shiddiqin, orang-orang Shalih, artinya akan masuk ke Surga level atas :
Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa`: 69)

Kemuliaan dengan dicintai Allah Ta’ala, dengan amalan utama berjihad, juga tersebut di dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلاً خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Tidaklah ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari tersebut (yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah tidak lebih utama?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidaklah jihad lebih utama (dari beramal di hari-hari tersebut), kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan keduanya (karena mati syahid).” (HR. Al-Bukhari)

Mati Syahid adalah efek positif dalam jihad fi Sabilillah, mati syahid amatlah didambakan oleh orang-orang mukminin, sebab baginda Rasulullah SAW menyatakan :
Orang yang mati syahid memiliki enam keutamaan di sisi Allah yaitu : Dia diampuni pada awal penyerangannya, diperlihatkan tempat duduknya di Surga, dilindungi dari adzab kubur, merasa aman dari ketakutan yang dahsyat, diletakkan di atas kepalanya mahkota kehormatan yang permatanya lebih baik daripada dunia beserta isinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan (diberi ijin) memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR. Tirmidzi dari Miqdam bin Ma’dikarib, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi 2/132)

Namun, jihad yang syar’i, yang dibenarkan Islam dan ulamanya, yang dimaksud Rasulullah.

Bagaimana jihad yang syar’i itu ? Diantaranya jihad fisabilillah mengharuskan adanya imam (pemimpin), bendera Islam, pendidikan jihad, bekal dan persiapan. Jihad menurut salafiyun adalah jihad berdasarkan ilmu yang mendalam dan tujuan yang jelas. Bilamana bendera, dan tujuan telah jelas mereka tidak akan ketinggalan. Saksinya adalah bumi Palestina, Chechnya, Afghanistan, Balkan dan Kashmir. Mereka berjihad di punggung kuda untuk mencapai kemenangan atau meraih kesyahidan atau kekuasaan bagaimanapun bentuknya. Namun tujuan tidak menghalalkan segala cara. Nah, marilah kita memompakan semangat jihad dilandasi pemahaman seperti ini dan tidak pernah mengendurkan semangat !

Adapun berbeda dengan si Khawarij, bom sana-sini tak mengenal aturan. Mati di atas wasiat-wasiat yang berisikan pepesan kosong, penuh nada menyesatkan, pengikutnyapun bangga menebarkan tanda-tanda ke’syahidan’ mereka, yah mereka merasa benar dengan pengeboman sana-sini. Merekalah pengacau keamanan, muslimin pun mendapatkan efek negatifnya.

Ingat… hati-hati dicerca Nabi dengan ungkapan beliau :
Khawarij adalah anjing-anjing neraka. (HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Dlilalul Jannah)
Mereka sejelek-jelek bangkai di bawah naungan langit, dan sebaik-baik mayat adalah orang yang dibunuh olehnya.” (tiga kali).

Nah, marilah kita memohon pada Allah Ta’ala untuk dianugrahi HIDUP MULIA dan MATI MULIA. Jangan pernah berharap menjadi bomber, syuhada jadi-jadian, walau ada semerbak mewangi menyelubungi mayat, foto mayit sepintas nampak senyum, dikelilingi burung (awas tathayyur, syirik), bisa jadi tipu daya syaithan.

Tidak mungkin bagi kita memastikan mereka masuk Neraka apatah lagi masuk Surga, namun tanda-tanda yang ada, membikin miris dan sedih, ternyata di akhir hayatnya demikian tragis mengenaskan. Mewasiatkan yang penuh marah dan kesumat, agar pengikutnya meneruskan tingkah bejat mereka. Tetap di atas manhaj yang menyesatkan ! Wal ‘iyadzubillah.

Jadi khawarij, jangan jadi teroris, daripada mati jadi bangkai terlaknat di bawah kolong langit, dilaknat pemilik Langit dan Bumi, ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

Simak artikel penangkal Teroris/Khawarij berikut ini :

1. Sifat dan Karakteristik Khawarij
2. Mengkafirkan Kaum Muslimin, Kejahatan Teroris Khawarij
3. Dusta demi membela Teroris Khawarij
4. Ringkasan Keutamaan Jihad (dalam arti yang benar)
5. Bumi Jihad Palestina, Bumi yang diberkahi
6. Terorisme, Sebab-Sebab dan Solusinya7. Aksi-Aksi Bom Bunuh Diri
8. Bom Syahid ataukah Membunuh Diri ?
9. Terorisme, bermula dari pengkafiran muslimin
10. Fatwa Ulama ttg Meledakkan Diri di tengah-tengah Orang Kafir
11. Bom Bunuh Diri Dalam Timbangan Syariat Islam
12. Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit
13. Jangan Gampang Memvonis Mati Syahid !
14. Amrozi cs, Mati Syahidkah atawa Mati Sangit ?

Arsip Wasiat Sesat Trio Bomber dari berbagai sumber, sebagai bukti kesesatannya, hingga di penghujung hayatnya (KAMI TIDAK SEPAKAT DENGAN ISINYA) :
1. Wasiat Mukhlas Ali Ghufron, sang Teroris (Scan)
2. Wasiat Trio Bomber dalam Scan
3. Wasiat sang Khawarij Mukhlas / Ali Ghufron Bin Nurhasyim
4. Wasiat Amrozi dkk yang mengkafirkan muslimin
5. Wasiat Imam Samudra sang Khawarij, suka mengkafirkan muslimin

Anti Khawarij – Teroris [matisangit [at] gmail.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.